Manajemen Keuangan
Hallo!!!
KALI INI ARTIKEL TENTANG MANAJEMEN KEUANGAN Gaess , Lets Check it out!!
PENGERTIAN/DEFINISI
Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan. Banyak yang beranggapan bahwa manajemen keuangan hanya kegiatan catat-mencatat uang secara akuntansi dan menjadi tanggung jawab dari bagian keuangan saja. Padahal, manajemen keuangan sangat luas dan penting untuk keberlangsungan suatu bisnis.
Manajemen keuangan dalam sebuah perusahaan mengatur kegiatan atau aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan cara memperoleh pendanaan modal kerja, penggunaan dan pengalokasian dana dan mengelola aset yang dimiliki perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan.
Kegiatan Utama Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan memiliki tiga jenis kegiatan yang utama bagi sebuah bisnis, berikut penjelasannya.
1. Mendapatkan Dana Perusahaan
Mendapatkan dana perusahaan merupakan aktivitas yang bertujuan untuk memperoleh sumber dana. Entah itu berasal dari internal perusahaan ataupun bersumber dari eksternal perusahaan. Terdapat dua sumber utama pendanaan usaha, yaitu ekuitas dan utang. Kedua sumber pendanaan tersebut adalah sebagai berikut:
- Pendanaan Ekuitas (Modal Sendiri).
Dapat diperoleh dari tabungan individu, teman dan atau saudara, investor perorangan lain, perusahaan-perusahaan besar, perusahaan modal ventura dan penjualan saham. Ini juga dapat dikatakan sebagai dana internal perusahaan, yaitu dana yang berasal atau dipenuhi dari dalam perusahaan. Contohnya laba ditahan, yakni laba bersih perusahaan yang berhasil diperoleh dan digunakan kembali untuk membiayai kebutuhan perusahaan.
- Pendanaan dari Utang (Pinjaman).
Dapat diperoleh dari teman atau saudara, investor perorangan lainnya, para pemasok bahan baku pemberi pinjaman berbentuk aset, bank-bank komersial, program-program yang didukung oleh pemerintah, lembaga-lembaga keuangan swadaya masyarakat, perusahaan-perusahaan besar dan perusahaan modal ventura. Ini juga disebut sebagai dana eksternal perusahaan, yaitu dana yang berasal dari pihak di luar perusahaan. Contohnya modal baru atau berhutang. Modal baru berarti menerbitkan saham baru sedangkan utang berarti dihadapkan dengan pilihan jangka panjang dan pendek.
Utang jangka pendek yaitu utang yang jatuh tempo pelunasannya kurang dari 1 periode. Contohnya utang kepada supplier bahan baku dan kredit dagang.
Utang jangka panjang merupakan utang yang jangka waktu pelunasannya lebih dari 1 periode yang biasanya 5 tahun keatas. Contohnya obligasi dan utang hipotik.
Manajemen keuangan memperhitungkan berapa banyak dana yang diperlukan oleh perusahaan agar dapat terus berjalan serta melakukan alokasi dari pendanaan tersebut untuk kegiatan ataupun aktivitas yang tepat.
2. Menggunakan Dana Perusahaan
Menggunakan dana perusahaan adalah suatu kegiatan dalam menggunakan atau menginvestasikan dana yang ada pada berbagai bentuk aset. Penggunaan dana tersebut dibuat dalam laporan perubahan yang disusun atas dasar dua neraca untuk dua waktu. Laporan tersebut menggambarkan perubahan dari masing-masing elemen tersebut yang mencerminkan adanya sumber atau penggunaan dana. Setelah mengetahui apa itu mendapatkan dana perusahaan, berikut penggunaan dana perusahaan :
- Membayar Kewajiban (Utang)
Penggunaan dana dapat dilakukan untuk pembayaran utang yang jatuh tempo. Terlebih lagi untuk utang jangka panjang yang dapat menyebabkan pailit jika perusahaan tidak dapat memenuhi pembayaran tersebut.
- Membiayai Kegiatan Operasional Perusahaan
Perusahaan dapat mengeluarkan dana untuk kegiatan operasional perusahaan agar dapat berjalan dengan lancar. Jika hal ini tidak dilakukan, perusahaan akan mengalami penurunan produktivitas dan kerugian bagi perusahaan.
- Investasi atau Pengembangan Usaha
Manajemen keuangan dapat menginvestasikan dana yang didapatkan dalam bentuk aktiva tetap. Contohnya membangun gedung baru, perluasan usaha, membeli sarana dan prasarana yang baru untuk mengembangkan usaha perusahaan.
Pada umumnya rasio keuangan yang dihitung dapat dikelompokkan menjadi enam jenis yaitu:
- Rasio Leverage, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak dana yang disupply oleh pemilik perusahaan.
- Rasio Likuiditas, rasio ini untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial jangka pendek.
- Rasio Penilaian, rasio ini merupakan ukuran prestasi perusahaan yang paling lengkap.
- Rasio Aktivitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber dayanya.
- Rasio Pertumbuhan, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan mempertahankan posisi ekonominya.
- Rasio Profitabilitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen yang dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan.
Tentu saja manajemen keuangan mengambil keputusan untuk penggunaan dana ini harus sesuai dengan tujuan dari perusahaan. Keputusan yang diambil telah disetujui oleh direksi ataupun pemimpin perusahaan agar penggunaan dana berada di kebutuhan yang tepat.
3. Mengelola Aset (Aktiva)
Mengelola aset (aktiva), aktivitas ini adalah kegiatan yang dilakukan setelah dana telah didapat dan telah diinvestasikan atau dialokasikan ke dalam bentuk aset (atkiva). Dana perusahaan yang ada harus dikelola secara efektif dan efisien. Dalam hal ini perusahaan harus membagi keuntungan yang didapatkan dalam jenjang waktu tertentu. Insentif atau bonus bisa dibagikan dengan merata di kantor untuk karyawan atau orang yang telah dianggap memberikan keuntungan dalam kantor.
4. Mengelola Cash Flow
Cash Flow memiliki arti arus kas atau aliran kas. Cash flow memiliki peran vital dalam suatu operasional rutin pada perusahaan. Aliran kas ibarat darah pada tubuh manusia karena tidak ada satu pun bisnis yang tak lepas dari persoalan yang berkaitan dengan cash flow ini. Namun secara teori, aliran kas atau arus kas memiliki pengertian suatu laporan keuangan yang didalamnya berisi informasi mengenai pengaruh kas dari kegiatan operasi, transaksi investasi dan transaksi pembiayaan atau pendanaa serta kenaikan maupun penurunan bersih dalam kas suatu perusahaan selama periode tertentu.
Cash Inflow
Cash inflow merupakan aliran kas yang diakibatkan dari kegiatan transaksi yang menciptakan keuntungan kas. Cash inflow dapat terdiri dari:
- Hasil penjualan dari produk maupun jasa perusahaan
- Hasil dari penagihan piutang pada penjualan kredit
- Hasil penjualan aktiva tetap yang telah ditentukan
- Hasil penerimaan investasi dari pemilik maupun saham apabila perseroan terbatas
- Hasil pinjaman atau hutang dari pihak lain
- Hasil penerimaan pendapatan lain dan sewa
Cash Outflow
Cash outflow merupakan aliran kas yang terdiri dari berbagai macam transaksi yang dapat mengakibatkan beban pengeluaran kas. Cash outflow dapat terdiri dari:
- Hasil pengeluaran biaya tenaga kerja langsung, bahan baku dan biaya perusahaan lainnya
- hasil pengeluaran administrasi penjualan dan administrasi umum
- Hasil pembelian dari aktiva tetap
- Hasil pembayaran hutang-hutang pada perusahaan
- Hasil pembayaran kembali dari investasi si pemilik usaha
- Hasil pembayaran sewa, bunga, pajak, deviden dan biaya pengeluaran lainnya.
Suatu laporan cash flow memberikan suatu informasi yang saling berkaitan antara penerimaan dan pengeluaran dana kas pada suatu perusahaan saat periode tertentu dengan melakukan pengklasifikasian transaksi berdasarkan kegiatan operasi, pendanaan dan investasi.
Aktivitas Operasi
Aktivitas ini menciptakan pendapatan dan beban yang berasal dari operasi utama pada suatu perusahaan, maka dari itu aktivitas operasi akan mempengaruhi laporan laba rugi yang telah dilaporkan dengan dasar secara akrual. Sedangkan laporan cash flow melaporkan dampaknya terhadap kas. Pengumpulan kas dari langganan akan menciptakan cash inflow terbesar dari operasi. Penerimaan bunga yang berdasarkan pinjaman dan dividen atas investasi saham merupakan cash flow yang kurang penting. Untuk cash outflow dari operasi dapat meliputi pembayaran terhadap karyawan dan pemasok serta pembayaran pajak dan bunga.
Aktivitas Investasi
Aktivitas Investasi dapat meningkatkan dan juga dapat menurunkan jenis aktiva jangka panjang yang telah digunakan pada perusahaan dalam melakukan kegiatannya. Penjualan atau pembelian aktiva tetap seperti gedung, tanah maupun peralatan merupakan kegiatan investasi atau dapat juga berupa penjualan atau pembelian investasi untuk saham maupun obligasi dari perusahaan lainnya. Pada laporan cash flow kegiatan investasi mencakup lebih dari sekedar penjualan dan pembelian aktiva yang telah di golongkan sebagai investasi yang ada pada neraca. Pemberian pinjaman juga merupakan salah satu kegiatan investasi yang disebabkan oleh pinjaman yang dilakukan akan menciptakan piutang kepada seorang peminjam. Untuk pelunasan pinjaman tersebut juga akan dilaporkan sebagai kegiatan investasi yang terjadi pada laporan cash flow
Aktivitas pendanaan
Aktivitas pendanaa yaitu meliputi kegiatan dalam mendapatkan kas dari seorang investor dan seorang kreditor yang akan diperlukan dalam menjalankan serta melanjutkan kegiatan yang ada pada perusahaan. Kegiatan pendanaan yang ada mencakup dari pengeluaran saham, peminjaman uang yang dilakukan dengan cara mengeluarkan wesel bayar serta pinjaman obligasi, penjualan dari saham perbendaharaan selanjutnya merupakan pembayaran terhadap si pemegang saham seperti dividend an pembelian saham yang dilakukan perbendaharaan. Pembayaran terhadap seorang kreditor hanya mencakup pembayaran yang terdiri dari pokok pinjaman dana tersebut.
SEKIAN ARTIKEL TENTANG MANAJEMEN KEUANGAN.
TERIMAKASIH.
Komentar
Posting Komentar