Biografi Sahid Gitosardjono pendiri Hotel Sahid di Solo 

Biografi Pengusaha Sukses -  Pemilik nama lengkap Sukamdani Sahid Gitosardjono ini merupakan pendiri dari Hotel terkemuka di Indonesia. Memang untuk namanya sendiri kurang begitu dikenal, namun Hotel Sahid miliknya merupakan hotel uang sangat familiar di telinga masyarakat. Hotel Sahid merupakan salah satu hotel terbesar di Indonesia.

Sukamdani Sahid Gitosardjono merupakan seseorang dibalik berdirinya Hotel Sahid. Pria asli pribumi ini meraih kesuksesan melalui perjuangan yang keras tanpa kenal lelah. Pria asli pribumi ini lahir di Solo Jawa Tengah pada tanggal 14 Maret 1980. Pria yang kini berusia 35 tahun ini merupakan anak dari pasangan Sahid Joko Sentono dan Sadina. Semasa kecil Sahid menghabiskan waktunya di Sukoharjo Solo Jawa Tengah.

Kedua orang tuanya yang memiliki jiwa wiraswasta akhirnya turun kepada Sahid. Ayahnya yang memiliki usaha jahitan dan ibunya yang memiliki toko kecil kecilan mengenalkan Sahid pada dunia bisnis. Kecintaannya pada dunia bisnis sudah terlihat semenjak Sahid kecil. Semasa kecil Ia mulai membantu menjual bahan bahan dagangan di toko ibunya. Sifat Sukamdani yang tidak boros membuatnya lebih suka menabung uang hasil jerih payahnya ketimbang menghabiskannya untuk membeli jajan.

Hasil dari tabungannya digunakan Sukamdani untuk membeli ayam. Ayam tersebut kemudian mulai diternakkan Sahid. Setekah ayam terkumpul dan jumlahnya cukup banyak kemudian Ia menjualnya. Hasil penjualannya digunakan untuk membeli kambing, kambing dengan jumlah banyak kemudian di jual dan dibelikan sapi. Seperti itulah langkah yang dilakukan Sahid hingga akhirnya Ia mulai belajar berinvestasi.

Sebelum membuka bisnis perhotelan Sahid membuka bisnis percetakan di Jakarta. Ketika itu Sahid bertemu dengan Juliah anak dari Mangkunegaran yang akhirnya menjadi isterinya pada 27 Mei 1953. Dibantu dengan sang isteri Sahid mulai menggerakkan bisnis percetakannya. Sahid mengawali semuanya didampingi isterinya, mulai dari membeli bahan baku hingga antar jemput pesanan dari konsumen.

Gayanya yang supel membuat Sahid mampu mengelola jaringan bisnis yang baik. Imbasnya yang terlihat adalah bisnis percetakannya yang semakin ramai. Dengan banyaknya orderan pada percetakan, Sahid mampu mengumpulkan modal untuk membuka bisnis percetakan.

Memiliki bisnis percetakan yang sudah mampu berjalan secara autopilot tidak membuat Sahid berpuas diri. Ia kemudian mendirikan Akademi Grafika dan Sekolah Tinggi Grafika pada tahun 1965. Setelah membuka bisnis tersebut Sahid melebarkan sayapnya dengan mendirikan Hotel yang diberi nama Hotel Sahid.

Menggunakan modal awal dari hasil bisnis percetakannya, Sahid membangun hotel dengan kerja keras. Bertahun tahun bisnis hotelnya semakin berkembang pesat dan memiliki banyak cabang. Hingga saat ini Sahid telah memiliki lebih 14 cabang diseluruh Indonesia. Sahid memegang teguh kejujuran dan kedisiplin untuk menjadi kunci keberhasilannya dalam menggerakkan seluruh bisnisnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI/RESUME SIKAP PERILAKU BELA NEGARA MODUL AGENDA 1 TENTANG WAWASAN KEBANGSAAN DAN NILAI NILAI BELA NEGARA, ANALISIS ISU KONTEMPORER DAN KESIAPSIAGAAN BELA NEGARA

Menyusun MY BISNIS dengan BMC

Mengenal Bussiness Model Canvas